Selasa, 01 Desember 2015

Ada Kemauan Allah Pasti Memberi Jalan

Allah SWT berfirman, artinya:

          "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridloan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (29:69)

          Makna dari firman Allah SWT, "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridloan) Kami”, adalah,” Siapa saja yang berjihad melawan orang kafir untuk mencari keridloaan Kami “.

 Al-Suddiy berkata, "Ayat ini turun sebelum diturunkannya ayat-ayat mengenai kewajiban perang.  Ibnu 'Athiyyah berkata, " Ayat ini turun sebelum perang 'Arafiy.  Makna jihad di sini adalah jihad secara umum di jalan Allah untuk mendapatkan keridloanNya.  Abu Sulaiman al-Daraniy, "Jihad dalam ayat ini tidak hanya memerangi orang-orang kafir saja, akan tetapi juga mencakup; menolong agama, menghancurkan ahli bathil, dan mengalahkan orang-orang dzalim.  Jihad di sini juga bermakna, melakukan aktivitas amar ma'ruf dan nahi 'anil munkar; salah satunya adalah bersungguh-sungguh di dalam taat kepada Allah. Sofyan bin 'Uyainah berkata kepada Ibnu Al-Mubarak"Jika kamu melihat manusia berselisih, maka hendaknya kamu memihak orang-orang yang berjihad di jalan Allah, karena Allah SWT berfirman, "benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka (orang-orang yang berjihad di jalan Allah)" 

Adl-Dlohak berkata, "Orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam hijrah, Kami benar-benar akan memberikan petunjuk kepada mereka jalan-jalan menuju keteguhan iman.  Kemudian ia berkata, " Orang-orang yang berjihad di jalan Allah, akan diberi petunjuk di dunia dan akan mendapatkan surga di akherat.  Barangsiapa di akherat masuk surga, sungguh ia telah selamat.  Namun, barangsiapa mendapatkan petunjuk jalan di dunia, maka ia akan selamat.  Ibnu Abbas ra berkata, " Orang yang bersungguh-sungguh ta'at kepada Allah, benar-benar Allah akan menunjukkan kepada mereka jalan pahala.  Semua ini bisa dicapai dengan cara melaksanakan keta'atan pada semua hal. 

Adapun penggalan "lanahdiyannahum subulana", menurut al-Suddiy, berarti jalan menuju surga.  Al-Naqaasiy berkata, " Sungguh mereka akan diberi petunjuk menuju agama yang haq, yakni Islam. Allah SWT akan memberikan pertolongan, bantuan, penjagaan, dan petunjuk kepada mereka dengan sebenar-benarnya.”

          Surat Al-'Ankabut di atas diawali dengan peringatan kepada manusia akan cobaan dan ujian.  Allah swt berfirman, " Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan:"Kami telah beriman," sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka , maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (29:2-3) 

Ayat ini merupakan hiburan bagi  mustadl'afiin (orang-orang lemah) dari kalangan kaum muslimin yang ditindas oleh orang-orang Quraisy.  Ayat ini juga berisikan pemberitahuan kepada orang-orang yang berjuang di jalan Allah hingga hari kiamat nanti, bahwa mereka akan menjumpai kesusahan dan perlawanan dari kaumnya.  Mereka juga akan ditimpa bala' (cobaan) baik pada harta maupun jiwanya.  Akan tetapi, mereka diharuskan untuk  sabar dan teguh sampai Allah mendatangkan pertolonganNya kepada mereka 

Imam Bukhari dari Khubbab bin al-Arats: "Kami (shahabat) mengadu kepada Rasulullah SAW, sedangkan beliau sedang berbaring di dekat Ka'bah.  Kami berkata kepada beliau," Mengapa anda tidak memintakan pertolongan kepada kami?  Mengapa anda tidak mendo'akan kepada kami?  Rasul berkata, "Sungguh bahwa ada orang-orang sebelum kalian yang dikubur hidup-hidup, digergaji kepalanya hingga terbelah dua, dan  disisir dengan sisir besi daging dan tulangnya.  Namun, semua itu tidak memalingkan mereka dari agamanya.  Demi Allah, sungguh Allah benar-benar akan memenangkan agama ini sampai Allah memudahkan para pengendara dari Suna'a sampai Hadramaut, dan mereka  tidak pernah merasa takut kecuali kepada Allah dan serigala yang menyerang ternaknya.  Akan tetapi kalian tergesa-gesa"  Sa'ad bin Abi Waqash meriwayatkan sebuah hadits, “Saya bertanya, "Wahai  Rasulullah SAW siapakah orang yang paling berat cobaannya?  Rasulullah SAW menjawab, "Para Nabi, kemudian orang setelahnya dan kemudian orang setelahnya.  Seseorang diuji berdasar kadar agamanya. Seseorang tidak akan pernah berhenti dicoba sampai ia dibiarkan berjalan di muka bumi ini dan ia tidak mempunyai dosa lagi."

          Surat ini ditutup dengan khabar gembira bagi kaum muslimin yang berjihad di jalan Allah semata untuk mencari keridloan Allah; yaitu, orang-orang yang mengemban dakwah di jalan Allah.  Mereka tidak akan pernah mundur, berputus asa, sabar atas fitnah manusia dan fitnah yang menimpa dirinya sendiri.  Orang yang mengemban tugas dakwah semata karena Allah, akan tetap menjalani jalan dakwah meskipun jalannya panjang dan berliku.   Namun, Allah telah memberikan kabar gembira kepada mereka, bahwa Allah tidak akan meninggalkan mereka seorang diri. Allah tidak akan pernah menghapus iman mereka. Allah tidak akan pernah melupakan kesungguhan mereka. Allah akan menyaksikan mereka dari ketinggianNya.  Lalu, Allah ridlo terhadap mereka. Allah akan melihat kesungguhan mereka dalam berjuang di jalanNya.  Selanjutnya, Allah akan memberikan sebaik-baik jalan kepada mereka.  Allah juga akan melihat usaha mereka di dalam merealisasikan cita-cita mereka.  Lalu, melalui tangan-tangan mereka (para pengemban dakwah), Allah swt akan membidas kekufuran, kedzaliman, dan kefasikan.   Tak lama kemudian, datanglah pertolonganNya, sehingga mereka bisa mewujudkan cita-cita mereka.  

Allah akan melihat kesabaran dan ketulusan mereka.  Namun, Allah akan memberikan kepada mereka sebaik-baik balasan.   "Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama dengan orang-orang  yang berbuat baik".  Makna ayat tersebut di atas terus diulang-ulang dalam Al-Quran Al-Kariim di berbagai surat. 

Di ayat yang lain, Allah berfirman, artinya, "Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)" (al-Mu'min:51). "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong  (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu"(Muhammad:7). " Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.  Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa". (al-Hajj:40)

Lalu, kapan dan bagaimana pertolongan itu terjadi?  Jawabnya hanya ada di tangan Allah semata.  Kita bisa bercermin pada sejarah, bahwa Nabi Musa as telah mendoakan  Fir'aun dan pemuka kaumnya, sebagaimana firman Allah,"Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka" (Yunus:88).  Allah mengabulkan doanya,"Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua.." (Yunus:89).   Akhirnya, raja Fir’aun dan bala tentaranya tenggelam di laut Merah. 

Kita harus ingat, tenggelamnya raja Fir'aun dan pengikutnya terjadi setelah 40 tahun dari doa nabi Musa as, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Thabariy.  Yang jelas, Allah swt pasti akan menolong hamba-hambaNya yang istiqamah berjuang di jalan Allah swt. 

Nabi Mohammad saw menyampaikan dakwah sejak wahyu diturunkan kepadanya.  Beliau berjuang di jalan Allah dengan sungguh-sungguh.  Akan tetapi, pertolongan Allah belum juga datang kepada beliau.  Namun, setelah 13 tahun beliau berdakwah, datanglah pertolongan Allah dengan perantara orang-orang Anshor ra.  Tak seorangpun dapat memperlambat atau mempercepat datangnya pertolongan Allah.  Sebab, masalah ini hanya Allah yang mengetahui. Sedangkan janji Allah -- Allah akan memberikan pertolongan pada hamba Alah yang beriman-- adalah haq.  Ini didasarkan pada firman Allah, " Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong(agama)-Nya."

Seorang pengemban dakwah harus yakin, tatkala beristiqamah di jalan Allah, ia akan mendapatkan pertolongan dan kemudahan.   Siapa saja yang beristiqamah di jalan Allah, ia akan dihibur para malaikat dengan kata-kata manis dan menyejukkan hati,”Janganlan kalian takut, janganlah kalian khawatir”.  Tidak hanya itu saja, Allah akan menjadi penolong (waliy) bagi dirinya. 

Seorang pengemban dakwah rela mengorbankan harta dan jiwanya di jalan Allah.  Ia yakin, rejeki dan kematian hanya di tangan Allah.  Sementara itu, ia tahu dengan pasti, bahwa setan telah menakut-nakuti dirinya dengan kemiskinan dan kematian.   Namun, ia tidak akan pernah terjebak oleh tipu daya setan. 

Mengemban dakwah dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan bukanlah sebab kemiskinan, ataupun kematian.   Atas dasar itu, ia tidak pernah takut dan khawatir akan rejeki Allah.  Ia hanya takut dan khawatir jika Islam musnah dan lenyap dari muka bumi ini.   Demi Allah, inilah sifat-sifat utama yang harus dimiliki oleh para pengemban dakwah.   Islam hanya akan mulia melalui orang-orang semacam ini.  

Islam tidak akan mulia dan dimuliakan melalui orang-orang yang banyak omong tapi kosong dari pengorbanan dan ketaqwaan.  Apa gunanya omong kosong tentang kemajuan Islam, bila kenyataannya mereka tidak pernah berbuat secara real untuk memajukan Islam?  Islam hanya mereka besarkan melalui opini-opini kosong yang menjerumuskan dan menyesatkan.  Islam juga tidak pernah jaya, kecuali jika diemban oleh orang-orang mukhlish yang lebih mementingkan urusan agamanya dibandingkan urusan-urusan dunianya.   Islam akan tegak melalui tangan dan kaki para pengemban dakwah yang berani, serius, jujur, dan amanah.   Ingatlah, kepengecutan, ketidakseriusan, dan ketidakjujuran akan menjauhkan dari pertolongan Allah swt.  

Mengemban dakwah adalah tugas yang dahulu pernah dipikul oleh para nabi dan rasul.  Bila demikian, sudah selayaknya kita harus meniru dan menteladani para nabi dan rasul dalam mengemban dakwah.  Sudah seharusnya juga, kita meniru sifat-sifat mulia yang dimiliki mereka.   Sebab, tanpa sifat-sifat yang mulia ini, seseorang tidak mungkin bisa menjalankan tugas mengemban dakwah Islam.   Walhasil, sudah seharusnya seorang pengemban dakwah selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan jalan taqarrub dan menjalankan semua ketaatan kepada Allah swt.   Jikalau para pengemban dakwah memiliki sifat-sifat  para nabi dan rasul, sungguh kemenangan hanya tinggal menunggu waktu saja. 

Semoga Allah menjadikan kita sebagai pengemban dakwah yang mukhlish dan memiliki sifat-sifat yang pernah dimiliki oleh para nabi dan rasul. 


Sumber : http://www.tongkronganislami.net/2012/12/ada-kemauan-allah-pasti-memberi-jalan.html#ixzz3t4I4jYUZ

Minggu, 08 November 2015

wow Baca ini. bikin semangat dakwah lagi



Al-Quran itu PETUNJUK, maka meninggalkannya adalah memilih TERSESAT. Yuk ngaji + kaji + amalkan dan jangan lupa ajarkan kembali ya,  

Kesedihan mendalam melihat fenomena anak muda di Indonesia. Banyak anak muda Indonesia yang tersesat terjerumus kepada langkah-langkah syaitan. Lihat lah dengan jelas fenomena ini tidak hanya melanda Indonesia tapi hampir di seluruh dunia.
Potensi anak muda di Indonesia itu cukup besar. Ada dua potensi besar yang bisa terjadi , antara pemuda akan jadi agen perubah peradaban atau malah menjadi agen penghancur peradaban.

Di Jogja saja di kota yang kami  tinggali,  setidaknya ada 143 lebih kampus di jogja, ada berapa fakultas, dan jurusan. 

Setiap tahun banyak pemuda pemudi berdatangan dari berbagai kota di Indonesia. Setiap tahun jumlah pelajar di jogja sendiri meningkat tajam, potensi yang dahsyat bukan.

Kalau mau mengamati riset –riset terbaru  kita akan tercengang berapa banyak kasus abordi di Indonesia, berapa banyak akses film porno ditonton setiap detiknya di Indonesia.

Belum lagi masalah tawuran, masalah penyerapan tenaga kerja mahasiswa yang teryata ngak siap menghadapi tantangan zaman yang makin sulit saja.

Masalah-malah di Indonesia ini banyak sekali mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, budaya semua sedang rusak. Ilmu pengetahuan sekarang teryata tidak bisa menjawab tantangan kerusakan peradaban yang begitu besar. 

  • Coba deh kita tengok hasil dari sistem ekonomi kita,  apakah benar sistem ekonomi yang kita pakai/adobsi sekarang membawa kesejahteraan buat rakyat.
  • Yang miskin makin miskin yang kaya tambah kaya, system ini memaksa manusia untuk menjadi budak dunia. Tahu ngak uang berdar didunia ini hanya dimilik beberapa orang saja semua hanya berputar di lembaga keuangan bank dan pasar modal. 

Gara-gara sistem ekonomi dan didukung sistem politik gila ini membuat orang terpaksa jadi jahat.

  • Lihat saja gara-gara uang orang rela jadi pelacur, gara-gara mie instan ada yang rela jual akidahnya, gara-gara anaknya pingin sekolah tinggi dibela-belain hutang sana-sini sampai terjebak riba dan rentenir
Tadi kita lihat di sistem ekonomi sekarang lihat sistem pendidikan kita arahnya kemana. Apakah sistem pendidikan ini mampu mencetak generasi unggul berkualitas yang rela membela agama dan negaranya. 
  • Coba amati banyakan malah orang-orang cerdas kita menjadi antek-antek perusahaan asing yang siap menjajah kita lewat budaya, media, pendidikan, ekonomi, dan politik.
Sebagai pemuda Islam akhir zaman kita ngak boleh tutup mata akan adanya masalah ini, masalah ini bukan msalah parsial tapi masalah yang sistemik. Masalah yang dihadapai bangsa Indonesia sekarang ini masalah nya sistemik kalau boleh jujur sistem ekonomi yang digunakan mengunakan sistem buatan siapa ? sistem apa ? apakah sistem ini mensejahterakan rakyat atau malah membuat rakyat tambah sensara. 
Kalau melihat arahnya sistem ini mencoba mengarahkan manusia untuk jauh kepada Agama Tauhid (Islam) menjauhkan manusia dari Allah swt. Sistem sekarang ini mencoba memisahkan antara Agama dan kehidupan atau istilah kerennya sekulerisme .
Sistem ideologi yang dipakai , yang banyak diagungkan adalah sistem democrazy sistem yang memang dirancang untuk melancarkan sistem ekonomi kapitalisme dunia dan sistem ini adalah anak kandung dari sekulerisme. 
  • Sebenarnya siapakah penguasa tertinggi di Indonesia mereka adalah sang pemilik modal yang mengendalikan  sistem dan orang -orang didalamnya. Membeli kebijakan, membuat hukum -hukum sesuka hati demi kepentingannya, mengaku membuat perubahan tapi sebenarnya merusak.

BERPIKIR SISTEMIK
  • Menyelesaikan masalah problematika umat yang sitemik kita juga harus berpikir sistemik tidak parsial. 
  • Tidak semua luka bisa diobati dengan obat betadin, bisa jadi kan luka yang ngak sembuh -sembuh ini dikarenakan diabates, sekarang kita cari tau lagi kenapa bisa diabetes teryata pola makan yang kurang sehat.
Setelah kita analisis secara sistem masalahnya bukan hanya pola makan dan pola hidup , teryata karena mind set pemahaman tentang hidup sehat yang belum utuh.

Itulah berpikir sistem kita harus benar –benar jernih melihat masalah dan mencari solusi yang juga sistemik. Kadang kita ini sibuk mengobati tapi lupa mencari tahu sebab utama dari adanya sakit itu darimana datangnya.

  • Mengobati itu tindakan benar,  tapi selama kita tidak menemukan penyebab kenapa bisa terkena penyakit ini, kita akan kelelahan mengobati. Dikasih obat merah satu botol besar buat obatin luka karena diabetes, ngak akan sembuh-sembuh sebelum diatasi penyebab utamanya.
  • Melihat problematika umat kita juga harus tahu apa penyebab sampai ke akar dasar, paling dalam yaitu permasalahan mendalam adalah di pemikiran , cara pandang, sudut pandang, ideologi yang dianut masyarakat saat ini. 
  • Masalah mind set memang yang harus disadarkan pertama kalau melihat metode dakwah Rasulullah masalah akidah / tauhid ini pondasi dasarnya yang dibina. 

tapi tauhid saja tidak cukup, juga ada namanya syariah dan juga dakwah.  Sebuah bangunan akan berfungsi dengan maksimal jika semua sistem berjalan dengan benar sebagaimana mestinya. Ada satu saja sistem yang kacau akan mempengaruhi sistem-sistem lainnya.
Misal nih dalam tubuh manusia ada sistem apa saja sistem pencernaan, sistem pengelihatan, pendengaran, dll, ada satu sistem yang rusak atau sakit pasti yang lainnya akan dapat dampaknya juga. Dakwah tauhid itu penting tapi dakwah untuk menerapkan sistem Islam secara kaffah juga penting, dakwah masalah syariah juga penting, semua penting.

Banyak dari kita tidak melihat Islam sebagai satu bangunan yang utuh, atau secara systemik , holistik, dan menyeluruh. Islam bukan hanya syahadat, sholat , zakat, puasa naik haji. Kalau Cuma syahadat sholat puasa  naik haji kenapa AL Quran harus setebal itu, coba baca deh Al Quran secara kaffah, akan ditemukan 90 % lebih isi al Qur’an mencangkup masalah muamalah juga. 

Yuk Ngaji Islam kaffah 2 :208

Jadi Aqidah , syariah, dan dakwah itu satu kesatuan kerangka dan pondasi Islam. Coba bayangkan kalau bangunan Islam hanya pondasi saja yang diperbaiki, atau hanya kerangka saja , atau atap jendelanya saja yang diperbagus pasti bangunannya tidak smpurna.  Untuk membangun Islam secara kaffah kita harus tahu seberapa besar bangunan ini nanti berdiri, butuh pondasi seberapa, seberapa tiang-tiangnya. Bahaya sekali kalau kita ini ngak tahu mau membangun apa ? bagunannya seberapa dan sekarang posisi kita dimana ?

Sekecil apapun peran kita dalam membangun sistem bangunan islam sangat berpengaruh, tapi kita juga harus paham secara keseluruhan konsepnya agar bangunan ini jadinya bagus sesuai yang diperintahkan Allah swt. Kami sedikit sedih mendaptkan riset dari salah satu Islamic center dijakarta teryata di Indonesia hanya 2 % orang yang sudah pernah mengkatamkan terjemah AL Quran , karena ngak tahu bahasa arab pingin tahu isi kandungan Al Quran. 

Coba deh saya tes ke pembaca, apakah yang baca tulisan ini sudah pernah katam terjemah AL Quran ? kalau belum yuk Ngaji biar ngak tersesat. Allah menjamin bagi siapa saja yang berpegang teguh pada Al Quran dan Sunnah ngak akan tersesat. Allah akan tuntun siapa saja yang mau mengikut petunjuk dariNya untuk menuju jalan kebenaran  jalan yang lurus yaitu  Islam.

Dakwah 2 : 208 trus bagaimana solusinya ?

Sekarang yg dibutuhkan adalah dakwah revolusioner, permasalahannya sistemik, maka dakwahnya juga harus menawarkan solusi sistemik juga. tidak bisa mengubah sistem dari dalam sistem rusak itu sendiri. 

Rasulullah tidak mengajarkan bertarung didalam sistem, bahkan ketika Rasul ditawari kunci tertinggi ka'bah (kekuasaan tertinggi) tapi berhenti berdakwah Rasulullah tidak mau.

Demi Allah. Seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, agar aku menghentikan dakwah ini, niscaya aku tidak akan menghentikan dakwah ini hingga Allah memenangkannya atau aku binasa.” Nabi Muhammad Saw

Bisa saja kan Rasulullah menerima tawaran itu lalu merubah sistem nya dari dalam, tapi bukan begitu caranya tetap saja kalau masuk didalam sistem yang sudah ada atau buatan musuh yang menang adalah pembuat sistem. 

Gini deh contohnya kita bermain di game buatan musuh kita,  sehebat apapun kita masuk dalah game itu yang menang pasti yang bikin game. Orang yang bikin game tahu sistem-sistemnya, celah-ceah sistem itu , sepintar  apapun kita bermain , aturan permainannya di buat oleh yang bikin sistem jadi sulit untuk bisa menang. 

Yang dirubah itu bukan hanya orang yang bermain disitem tapi sistemnya itu sendiri harus dirubah. Jujur yang kita adopsi sekarang sistem buata siapa ? tujuan sistem itu apa ? apa efek dan dampaknya .

                          Yuk Ngaji 2 : 208 coba kita renungkan ayat dibawah ini :

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu ( Al Baqarah 2 : 208 )

Ini adalah sebuah seruan buat orang –orang yang beriman bukan yang mengaku beriman ya hehe. Allah memerintahkan kita agar masuk kedalam Islam secara kaffah (keseluruhan), totalitas, maksimal, sistemik. Islam bukan sebagai agama ritual tapi sebuah ideologi, juga sebuah aturan hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupannya. Numpang di bumi Allah ya harus mau dong diatur oleh Allah,  pakai aturan dari Allah. 

Dari bangun tidur sampai  tidur lagi semua ada aturannya ada contohnya, mau makan ada sunnahnya, mau ke kamar mandi ada aturannya, mau ibadah diatur, semua ada aturannya termasuk sistem pemerintahan dalam Islam, sistem politik sosial , sistem ekonomi ada aturannya. 

Bukti konsekuensi dari Tauhid kita adalah menjadikan satu-satunya yang berhak ditaati aturannya, perintahnya, syariatnya hanya Allah saja. Hanya ada 1 aturan didunia ini aturannya buatan Allah, kalau kita ngaku mengesakan Allah,  aturan mana yang dipilih diterapkan di bumi Allah ? Aturan dari Allah atau selain Allah. Hati-hati jawabanmu mencerminkan keimananmu.

Satu-satunya yang aturannya harus ditaati dan diterapkan adalah aturan yang   bersal dari Allah sang pencipta, pengelola, pemilik langit dan bumi serta alam semesta. Dialah Allah yang Esa, semua makhluk bergantung padanya, tidak beranak dan tidak diperanakan, tidak ada yang setara dengan Dia. Allah satu-satunya yang diabdi, ditaati, dicintai, Allah satu –satunya pencipta, pengatur , pemelihara alam semesta beserta isinya, hanya Allah dan tiada sekutu bagi-Nya.

Tidak masuk dalam sistem bukan berarti tidak bergerak, Teruslah berdakwah kawan-kawan dalam jamaah dan berpegang teguhlah pada buku pedoman kehidupan Al Quran dan sunnah agar tidak tersesat didunia yang fana ini.

Dan hati-hatilah jangan sekali-sekali ikut permainan, langkah-langkah syaitan sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata, musuh besar kita. Kita punya musuh baik syaitan dari golongan jin yang selalu membisikan kejahatan kepada kita, dan juga musuh kita syaitan dari golongan manusia.

  • Nyata , efeknya benar-benar bisa dirasakan, lihat akibat Islam tidak diterapkan diamalkan secara kaffah sempurna, problematika umat yang begitu dahsyat. Ada saudara muslim dibantai kita ngak punya kekuatan untuk membantu dipalestian, disuriah, rohingya, dll. 
  • Lihat Efeknya akibat perbuatan pengabdi hawa nafsu penurut syaitan, manusia dijajah dipaksa mengabdi pada sesama manusia lewat sistem-sitem buatan mereka. Manusia dipaksa jadi kafir, dipaksa berbuat dosa riba, disesatkan dalam kesesatan yang Nyata. Dunia ini jadi kacau,  banyak dari kita yang gagal mengidentifikasi mana lawan mana kawan.


 Akhirnya tersesat mengikuti langkah syaitan , memusuhi saudaranya sendiri, antar harokah saling serang. Memang Islam akan terpecah pada 73 golongan dan yang selamat hanya 1 yaitu orang yang mau perpegang teguh pada Al Quran dan sunnah dan tetap dalam jammah.  

 Yang selamat itu bukan golongan , hati-hati terjebak asobiyah , tapi siapa saja yang tetap mau berpegang teguh pada AL Quran dan sunnah akan selamat tidak mudah tersesat, karena Allah jamin ngak bakal tersesat orang yang berpegang teguh pada Al Quran dan sunnah secara kaffah.

 Jangan takut ama syaitan, syaitan ngak bisa bisa apa-apa, Allah yang maha kuat, Maha besar, Allah menjamin hamba yang Iklas, taqwa , mau taat dan bertauhid  iklas menjalankan semua perintah dan meninggalkan larangannya. 

Sehebat apapun kekuatan syaitan, tetap tidak ada apa-apanya, jadi pantaskan diri agar mendapat pertolongan Allah agar tidak mudah digoda, disesatkan oleh syaitan. Selalu berdoa mohon perlindungan dan yuk ngaji, pantaskan diri mendapat Nasullah Allah.

klik memperbesar gambar 


Metode Dakwah Rasulullah saw 2 : 208

"Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (al-Ahzab [33]: 21)

Ada pertanyaan besar dibenak saya pada watu belajar Sirah dakwah Rasulullah saw dan belajar metode dakwah Rasulullah saw.

Bagaimana bisa kok dalam waktu 23 Tahun kenabian Islam bisa berjaya , periode mekah 13 tahun madinah 10 tahun.  Dan dilanjutkan sistem kekhilafahan yang akhirnya bisa membebaskan negeri-negeri dari kegelapan kepada cahaya Islam selama 13 abad. Selama 13 Abad itu pula Islam tersebar hampir 2/3 dunia. Allah berjanji akan memperlihatkan kekuasan Islam dari ujung barat sampai timur nah baru 2/3 dibebaskan sisanya kitalah next generation generasi pembebas. 

Islam berhasil menakhlukan eropa, Andalusia dan perdaban Islam sangat mensejahterakan rakyatnya kala itu. Tapi aneh bin ajaib kejayaan Islam 13 abad itu kini sejarahnya menghilang, jarang orang tahu tentang kejayaan Islam yang pernah ada. Sepertinya ada peradaban yang hilang dalam buku sejarah kita.  

Sebenarnya kalau kita pingin jadi pemuda Islam akhir zaman yang tangguh abad ini caranya gampang follow aja Rasulullah saw secara kaffah, coba baca biografi team dakwah Rasulullah saw, bagaimana Rasulullah membina teamnya.   

Untuk tahu detail tentang sekema  metode dakwah Rasulullah saw,  sahabat dakwah pembaca tulisan ini bisa mampir di blog sederhana kami di www.kaosdakwahideologis.blogspot.com dan juga follow kami di @flippermagz.

Skema Metode Dakwah Rasulullah
1.      PERIODE  MEKKAH
A. Tahapan Pembinaan dan Pengkaderan
1.  Pemantapan Aqidah
2.  Pembentukan Syakhsiyah Islamiyah
3.  Pembentukan Kutlah/kelompok Dakwah
B. Tahapan Interaksi dan Perjuangan
1.  Pertarungan Pemikiran (shira’ul fikr)
2.  Perjuangan Politik (Kifahus siyasi)
2.      PERIODE  MADINAH
C.  Tahapan Penerapan Syarat Islam Kaffah (tathbiq ahkam al Islam)
1.  Membangun Masjid
2.  Membina Ukhuwah Islamiyah
3.  Mengatur urusan masyarakat dengan syariat Islam
4.  Membuat Perjanjian dengan warga non muslim
5.  Menyusun strategi politik dan militer
6.  Jihad & Dakwah

Sabtu, 07 November 2015

DEMI MASA, Yuk Tadabbur Al ‘Ashr 1-3 part 1

Tadabbur Al ‘Ashr 1-3 part 1



Allah ta’ala berfirman, 

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) 

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang berimandan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr 1- 3). 

  • Kita semua , semua manusia menuju dalam kerugian yang benar-benar besar.
  • Rugi Besar sekali 
  • KECUALI 



1.Beriman 

Apa itu IMAN apa definisi iman menurut Allah swt 
Bagaimana Iman itu ?

Banyak orang mengaku beriman tapi tidak tahu definisi iman ? tidak tahu syarat-syarat orang diagap beriman ? 

Apakah sama seorang yang mengaku dokter ? tidak tahu definisi dokter , tidak tau syarat-syarat dokter, tidak tahu kewajiban aktivitas dokter ? dengan orang yang memang dokter sungguhan

Apakah pengakuan kalau kita dokter itu diakui oleh masyarakat misalnya ? tidak kan
Ngaku saja tidaklah cukup 

Hati- hati jangan sampai kita ngaku beriman ? tapi menurut Allah kita belum beriman
Jadi Iman itu apa ?


Pengertian Iman Dalam Agama Islam - Iman (bahasa Arab:الإيمان) secara etimologis berarti percaya'. Perkataan iman (إيمان) diambil dari kata kerja 'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau 'membenarkan'.

Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah "Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat". 

Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang".

 Ini adalah definisi menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, madzhab Zhahiriyah dan segenap ulama selainnya.

Dengan demikian definisi iman memiliki 5 karakter: keyakinan hati, perkataan lisan, dan amal perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang.

IMAN bukan sekedar pengakuan lisan saja 
tapi antara hati , perkataan, dan perbuatan selaras 

Iman bukan sekedar yakin dan percaya saja 
Kalau cuma pengakuan bahwa Allah itu adalah Tuhan sang pencipta, pemelihara , pengatur langit dan bumi ? orang musyrik  mekah zaman dulu juga mengakui adanya Allah , tapi besamaan dengan pengakuan itu orang -orang musyrik tidak mau tunduk pada perintah Allah untuk meninggalkan berhala-berhala sesembahan mereka yaitu lata, mana, uza, dan hubal. 

Mereka mengakui adanya Allah tapi bersama dengan itu menduakan Allah dan ingkar tidak mau taat pada perintah Allah

IBLIS juga begitu Iblis yakin Allah itu ada, Iblis bahkan berdoa pada Allah untuk bisa mengoda manusia dan diberi waktu sampai kiamat 

Kenapa iblis ngak bisa disebut beriman karena IBLIS tidak patuh dan taat pada Allah swt 
Iblis diperintah untuk sujud kepada Adam AS , malah iblis SOMBONG (mengikari kebenaran dan meremehkan orang lain) 

IMAN itu amalah hati dan pondasi yang dengannyalah semua perbuatan kita akan terikat dengannya. 

Orang Beriman bukan hanya mengakui secara hati tapi konsekuensi IMAN adalah sikap taat , tunduk, dan patuh pada Allah swt Allah maha besar dan perkasa 


Makna syahadat itu bukan sekedar pengakuan Allah itu ada tapi ketundukan pada Allah saja yang diibadahi , disembah, dan diabdi dan mengingkari segala bentuk pengabdian, ketaatan, kecintaan , takut , dan beribadatan kepada selain Allah

Hanya Allah satu-satunya yang diibadahi
Hanya Allah satu-satunya yang disembah
Hanya Allah satu-satu nya Penguasa langit dan bumi 
Hanya Allah yang diabdi dan ditaati perintahnya
Hanya Allah yang paling dicintai
Hanya Allah satu-satunya pencipta, pengatur, pemelihara langit dan bumi
Dan hanya Allah yang maha besar, maha perkasa, maha bijaksana, maha pengampun, maha keras siksaannya, maha suci Allah 

Kalau orang arab musyrik mekah zaman dahalu ditanya siapa RAB mu merka menjawab Allah
siapa yang memberi rizki kamu, siapa pecipta alam semesta, siap pengatur dan pemelihara Alam semesta jawabnya Allah 

TAPI kalau ditanya siapa ILLAH mu siapa yang kamu sembah, abdi, dan taati mereka jawab LATA,MANA , UJA, HUBAL sesembahan mereka

orang arab msyrik mekah tahu Tuhannya Allah , mengakui tapi tidak mau taat dan patuh pada Allah, menduakan Allah 

makanya ISLAM DATANG dengan kata Lailahaillah Muhammadurasulullah 
bukan LaRABILALLAH 

  • Tujuan manusia diciptakan adalah untuk jadi ABDULLAH = hamba Allah abdi Allah yang taat pada Allah , hanya untuk mengabdi pada Allah saja bukan pada makhluk, sistem buatan manusia, organisasi, syaitan, atau sesembahan yang lain



2. Beramal sholeh

Syarat diterimanya amal sholeh adalah harus BERIMAN , tanpa iman semua amal kita sia-sia, mau sedekah ratusan milyar, mau beramal sehebat mungkin kalau ngak beriman amalnya tertolak sia-sia

Syarat kedua diterimanya amal atau amal bisa dianggap amal sholeh adalah IKLAS

Ikhlas, yakni amalan yang dilakukan itu semata-mata hanya untuk mengharapkan ridha Allah subhanahu wata’ala, bukan karena terpaksa atau karena mengharapkan pujian orang lain, ataupun dalam rangka untuk mencari jabatan, kekayaan, popularitas dan semisalnya dari perkara-perkara duniawi.
  


Syarat KETIGA haruslah amalan itu sesuai dengan tuntunan/ajaran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunan (ajaran)nya dari kami, maka amalan itu akan tertolak (di sisi Allah subhanahu wata’ala).”(HR. Muslim)
KETIGA syarat itulah pada hakekatnya merupakan realisasi dari Asy Syahadatain (dua kalimat Syahadat: Laa Ilaaha Illallah – Muhammadurrasulullah). Ketika seseorang telah mengikrarkan bahwa Allah subhanahu wata’ala lah satu-satunya Dzat yang berhak untuk diibadahi, maka sudah seharusnya bagi dia untuk mempersembahkan seluruh ibadahnya ikhlas karena Allah subhanahu wata’ala.
Dan ketika dia telah menyatakan bahwa Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam adalah Rasulullah, maka hendaknya dia siap, tunduk, dan patuh untuk menjalankan ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala sesuai dengan tuntunan/ajaran Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.
Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaknya dia mengerjakan amal shalih dan janganlah dia mempersekutukan sesuatu apapun dalam beribadah kepada-Nya.” (Al Kahfi: 110)
Jika hilang salah satu dari kedua syarat tersebut, maka amalan seseorang akan tertolak dan tidak ada nilainya di sisi Allah subhanahu wata’ala. Maka barangsiapa yang beramal dengan niatan ikhlas karena Allah subhanahu wata’ala, namun tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, maka amalannya tertolak, dan sebaliknya barangsiapa yang beramal dengan amalan yang sesuai dengan tuntunan/ajaran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, namun tidak ikhlas karena Allah subhanahu wata’ala, maka amalannya pun juga tertolak.
  • nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ عز وجل لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ..
  • “Barangsiapa yang menuntut ilmu yang semestinya dalam rangka untuk mengharap wajah Allah, tetapi ternyata tidaklah dia menuntutnya kecuali hanya untuk meraih sebagian dari perkara dunia, maka dia tidak akan mendapatkan aroma Al Jannah pada hari kiamat nanti.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah)



  • SEORANG MUKMIN SEJATI


harusnya harus menstandarkan seluruh perbuatannya kepada ahkamul komsah (hukum yang lima) WAJIB, SUNNAH, MUBAH, MAKRUH, HARAM 

  • SEORANG mukmin sejati harus tahu standar setiap perbuatannya 
mau makan ingat hukum yang lima (ingat Allah) ,  mau tidur , mau belajar, mau bekerja , semua amal sholeh harus tahu standar hukumnya apakah ini wajib, sunnah , mubah , makruh haram

apakah ada tuntunan dari Rasul atau tidak , setiap amal bisa jadi amal sholeh atau bisa jadi amal salah kalau tidak didasarkan pada standar syarat amal sholeh


  • sebagai mukmin sejati harus paham setiap mau ke kamar mandi tahu ini amal saya bisa jadi sunah bagaimana caranya oh doa dulu, pakai kaki kiri, dll 


Maksimalkan di wajib dan sunnah dan sebisa mungkin sedikitkan  yang mubah dan makruh dan TINGGALKAN yang HARAM 

dari bangun tidur sampai tidur lagi semua ada aturannya , bahkan sampai semua level muamalah sampai ke level negarapun ada aturannya  


  • Agama mana yang mengatur detail seluruh perbuatan manusia ?

Aturan ini bersumber dari Allah sang MAHA ALIM (mengetahui) dan Maha perkasa, bijaksana , dan Maha pengatur , pemilik Alam semesta 

  • Harusnya kalau ngaku mikmin sejati harus mau tunduk pada aturan-aturan yang sudah Allah tetapkan bukan malah aturan buatan manusia yang penuh kepentingan dan hawa nafsu.




3.saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran”. 

UNTUK yang ketiga ini akan kita bahas khusus di artikel selanjutnya 
bersambung...................... 

karena dakwah bukan hanya TUGASnya pak Kyai